Sapaan Kabut Lembut Gunung Arjuno
Hai man, Kali ini saya akan bercerita tentang perjalanan saya yang sedikit menantang yaitu mendaki Gunung Arjuno, yang sebenarnya pengenya Arjuno Welirang tapi tidak terealisasikan karena kondisi tertentu. arjuno adalah gunung di Jawa timur dengan ketinggian 3339 mdpl secara administratif terletak diperbatasan Kota Batu, Kabupaten Malang dan Kabupaten Pasuruan dan berada di bawah pengelolaan Taman Hutan Raya Raden Soerjo.
Langsung saja ya sob saya mendaki arjuno sekitar taun 2013'an sudah cukup lama untuk membuat saya sedikit lupa kejadian detailnya, saya mendaki bersama 4 teman saya yang sama sama baru pertama kali ke arjuno meet point nya waktu itu diterminal bungurasih Surabaya. kami mulai perjalanan dengan menyewa bus jurusan pandaan,pasuruan sewa rame rame sih maksudnya๐๐๐ sekitar 1,5 jam kami sampai dipandaan dengan beristirahat sejenak sebelum kami melanjutkan perjalanan menuju pos perijinan dengan menggunakan angkot pribadi milik pak sopir yang kami sewa satu rombongan.oiya kami lewat jalur tretes, Setelah sampai di pos perijinan dengan melalui jalan yang cukup ngeri seperti melihat doi jalan bareng pacarnya... eak.dan tidak lupa bayar loh ya... dilanjut packing ulang dan registrasi terus mulai treking masih diawal disambut tanjakan yang cukup membuat nafas terengah engah tapi kami tetap semangat, kami terus lanjut hingga melewati pos 1 dan air terjun kakek bodo yang kental dengan cerita rakyatnya. Suasana itu sungguh membuat kami rindu sekarang, setelah sampai dipos ke 2 yaitu kokopan yang saat itu matahari sudah mulai lari menjauh kami memutuskan untuk bermalam dikokopan kami mendaki dengan sangat santai mengingat semua membawa beban berat karena tumpukan rindu yang ikut terbawa๐ kami mulai mendirikan tenda, masak, dan beristirahat untuk persiapan esok harinya. dan tidak lupa mengabadikan momen yang ada... katanya salah satu yang bikin rindu itu masak digunung, bener ngak sih???
"Mendaki gunung menurut saya adalah sebagian dari perjalanan bukan pelarian"
-Kabarangin
Hari kedua kami melanjutkan perjalanan untuk menuju pos selanjutnya setelah sarapan kecil dan pemanasan waktu itu sangat pagi kabut lembut nan dingin menyapa kami yang terus menahan dinginnya dalam perjalanan kami disuguhkan view yang cukup menarik dan sangat instagramable tentunya, tapi sayangnya kami tidak memilih untuk berfoto ria dan memilih menikmatinya dengan mata telanjang bukan telanjang dada ya...๐ dan sampailah kami di hutan yg sering disebut Alas lali jiwo konon ceritannya banyak pendaki yang kesasar setelah melewati zona tersebut. setelah melewatinya tibalah kami dipos ke 3 yaitu Pondokan, gubug gubug kecil para penambang belerang ada disana. kami beristirahat sejenak dengan mengabadikan sedikit momen yang ada sebelum melanjutkan perjalanan.
"perjalananku dan perjalananmu akan terasa sama jika dilandasi perasaan yang sama juga"
-Kabarangin
Setelah terasa cukup beristirahat kami melanjutkan perjalanan tanpa tau kami akan bermalam dimana tapi hari ini masih siang hanya saja berkabut. kami menyusuri jalan cabang menuju arjuno (arah satunya ke welirang) saat itu bunga edelweis masih banyak tumbuh ditebing tebing dekat rute kami, tapi entah pas waktu 2015 saya kesana lagi sudah tidak ada, entah kemana saya kami juga tidak tau. dan sampailah kami di sabhana lembah kidang yang katanya ada macan juga disini tapi kami cuma melihat kotorannya, disini spot foto cukup bagus dan akhirnya memutuskan berfoto terlebih dulu.
"Pesonamu menjarah cepat pandanganku, pesonamu melumat habis rasa lelahku, pesonamu seakan membingkai untuk tidak berpaling darimu, kala itu."
-Kabarangin
"Sebanyak dan seluas apapun mata memandang semua akan terasa hambar jika mata hati kian lama kian tertutup keangkuhan"
-Kabarangin
Sabhana Lembah Kidang gunung Arjuno
Puas dengan berbagai moment yang ada disana kami berlanjut mencari tempat camp diatas lembah kidang tapi sebelum itu kami mengisi air terlebih dulu disumber dekat sabhana yang indah itu, seindah apapun jika tanpamu akan terasa biasa saja hahahaha candaan kala itu. Kami menyusuri lembah kidang yang rumputnya setinggi pundah jadi kami harus berjalan beriringan mengingat hari sudah mulai gelap dan moment yang paling diingat adalah Muter muter dijalur yang sama 2 kali sebelum akhirnya menemukan titik terang jalur pendakian, mungkin kami memang ada sedikit hal yang kurang mengenakkan sehingga diganjar seperti itu๐
๐
๐
๐
. tapi Positive aja ya gaes itu mungkin peringatan. ahhh sudahlah...
Akhirnya setelah berputar putar ria kami menemukan tempat untuk mendirikan tenda, setelah itu sebelum gelap kami mengumpulkan ranting ranting yang jatuh karena tempatnya dekat pohon besar untuk membuat perapian, akhirnya setelah masak cerita cerita, dongeng dan berujung curhat sampai larut dan akhirnya tertidur.
Saat tengah malam kami semua terbangun karena mendengar suara suara gamelan, sebenarnya semuanya denger tapi ngak ada yg berani bilang sampai ada salah satu yg tanya, "denger apa?" kami baru tertawa kecil karena mengetahui semua mendengarnya juga. Menurut cerita yang dipercaya itu merupakan acara "ngunduh mantu" yang apabila mendengar itu saat perjalanan dan masih dilanjut maka akan tersesat ke alam gaib, katanya sih gitu benar apa tidaknya alangkah lebih bijak untuk menghargainya. malam itu tak jarang kami dibangunkan pendaki yang kehabisan air saat turun malam, dan fajar mulai menampakkan dirinya, kami sarapan dan langsung treking menuju puncak dengan melewati pasar bubrah terlebih dulu yang merupakan tanjakan batuan yang konon adalah pasarnya para lelembut penunggu gunung arjuno, disana kami sempatkan buang amunisi yang sudah layak dibuang, ngerti kan ya maksudnya apa๐
Kami melanjutkannya meskipun ada diantara kami ada yang sedikit rapuh,lunglai, lemas, letih, kami berhasil melewatinya dengan percaya diri bahwa kami itu kecil. Diperjalanan kami tidak bertemu pendaki lain sehinga takada rasa malu untuk bercanda dan saling menyemangati, soalnya berjuang sepihak itu sakit gaes...
Dan pada akhirnya moment yang dirasa tidak mungkin sejak perjalanan kami jumpai didepan mata, lautan awan menyambut kedatangan kami, langit sedang merona kala itu. Puncak Ogal agil Gunung Arjuno 3339 mdpl terima kasih telah memperbolehkan kami berkunjung ketempatmu... jauh dari hingar bingar kota, meskipun hanya tumpukan batuan kami sangat bangga bisa hormat bendera yang ada disana, dan karena serangkaian perjalanan yang penuh makna tersebut kami akan mencoba lebih menghargai alam beserta isinya. Terimakasih Tuhan Engkau telah menciptakan sesuatu yang sangat hebat. dan akhirnya kami turun langsung ngebut sampai bawah / pos perijinan.

"Jangan datang jika hanya ingin menahklukan,
Jangan datang jika hanya ingin mengagahi,
Mendaki tidak sebercanda itu"
-Kabarangin
waktu itu sih nampak masih begitu indah ngak tau kalau sekarang
saya tidak mencantumkan soal harga tiket masuk karena mungkin sudah naik
Estimasi waktu saat digunung Arjuno
Pos perijinan - pos 2 = 4 jam
pos 2 - pos 3 = 4 jam
pos 3 - puncak = 5 Jam
turun = 7 jam
Cukup sekian ya cerita dari saya, semoga bisa bermanfaat dan kita lebih bisa menghargai alam beserta isinya... jika ada masukan silahkan komentarnya
terima kasih. Salam...
NB : Jika ada saran boleh diutarakan, melalui komentar ataupun email tertera di profil








Komentar
Posting Komentar
Boleh Bertanya, Boleh Berbagi, Boleh Bercerita.