Bunga yang kau pesan
Sisir Tanah · istri Di bawah atap senja, matahari kembali pulang ke peraduannya. Aku selalu melihatmu yang selalu tersenyum di saat-saat seperti ini. Mengagumi dirimu yang selalu berceloteh dengan semangatnya di hadapan semua orang, baik itu tentang diriku, ibumu yang selalu membantumu, ataupun sahabat laki-lakimu yang selalu mendukungmu. Kau selalu berceloteh bagaimana sulitnya hidup jika tidak ada yang selalu mendukung dari belakang. Aku senang mendengar kau berceloteh. Suaramu merdu terlebih jika kau menyanyi. Jalan-jalan yang kita lalui ini seakan tak berarti bagiku tapi berarti bagimu. Aku hanya bisa mengeluh dan mengeluh padamu setiap waktu dan kau sebagai pendengar setianya. Aku bertanya kepadamu tentang kita. “Kau gak akan kehilangan apapun.” Suatu hari kau datang kepadaku, berlari ke pelukanku. Kau menangis di pundakku dan dengan tangisan yang masih tersisa kau mengatakan kau memenangkannya. Jujur aku merasakan jiwaku telah berpisah dari ragaku. Untuk pertama kalinya kau mela...