Ini adalah perjalanan sekaligus pengalaman baru dalam menyikapi hidup, mengenali diri, penebusan dosa dan beradaptasi dengan iklim baru. Terjadi selama 14 hari 13 malam, langsung saja ke ceritaku ya man...
Days 1
Bermula ketika memenuhi sebuah ucapan yang bukan sekedar ungkapan, tanpa tau, tanpa dasar, sedikit persetujuan dari pihak yang bersangkutan, tapi tetep sangu... agar tidak termakan harapan dan membuat beban pribadi, menyisipkan niat untuk sekedar refresing dan bersilaturasa tidak hal yang tabu kan??? Entah terpenuhi atau tidak sebuah ucapan yang harus membawa saya kesini, saya tetap ingin memenuhinya, tekad saya besar juga yah😁. Belum lagi selepas turun saya mendadak jadi pendengar setia dari tetangga bangku kereta yang baru digadaikan cintanya sama si tunangan dia cerita dengan sorot mata yang hampa, parah men tunas yang baru tumbuh harus terbunuh😁. Jadi berharaplah sesuai kapabilitas sebagai manusia.
-Jakarta 09 Maret 2021
Days 2
Memikirkan sebuah ucapan yang pernah berresonansi dari mulut saya untuk menemuimu (kemakan janji manis awalnya), entah mengapa upaya untuk memenuhinya harus terus dilakukan. Meskipun tak tau kemana harus berlayar setelah ini, tidak ada tanda-tanda untuk melaju, tapi akhirnya saya memutuskan menuju patung Jendral Sudirman yang sedang berhormat, menghormati semua lini masyarakat yang sedang berlalu lalang. Benar himbauan ambigu yang dikatakan kawan "hati-hati jakarta itu keras", namun semacam Jendral Sudirman yang pernah berkata 'Tak ada yang lebih kuat dari kelembutan, tak ada yang lebih lembut dari kekuatan yang tenang' dan semoga apapun makna dari kata tersebut segera melunak ya man😁. Jadi ketenangan itu sebagai tolok ukur dalam proses penebusan dosa.
-Jakarta 10 Maret 2021
 |
| Menteng, Jakarta Pusat |
Days 3
Melepas penat seharian dengan bercengkrama dengan suasana hiruk pikuk kota megapolitan, dari pasar tradisional sampai modern. Tanpa disadari saya telah berlayar mendekat dengan sendirinya (cuma kebetulan man), hal positif mulai nampak yang keras mulai melunak... mungkin. Tapi jangan dulu merasa puas menunaikan niat awal itu harus tuntas, sabtu pagi saya akan menyambut hari dengan semakin mendekat (kalo sempat)😁. Jadi yang penting yakin aja dulu.
-Jakarta 11 Maret 2021
 |
| Pasar Induk, Jakarta Timur |
Days 4
Tidak banyak untuk hari ini, sekiranya hari ini sangat tidak ngapa-ngapain, suntuk sekali misal malam ini saya tidak keluar untuk sekedar mencari kopi dan bergumam ala kota megapolitan didekat taman proklamasi.... riwa-riwi tanpa tujuan ,buta navigasi dan balik lagi ketempat tidur di menteng dengan tidak ada kesan apa-apa, jenenge trip gila kan. Semoga niatku semacam proklamasi yang diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya😁. Jadi singkat ataupun tidak niat harus tetap diselenggarakan.
-Jakarta 12 Maret 2021
Days 5
Dengan persiapan yang sangat sederhana, busway dengan santainya mengantarkan saya menuju halte terdekat dari alasan saya nyangkut disini, jalan kaki hampir 2km gak terasa karena perasaan senang masih mendominasi dan sampailah.... tapi alamak saya tanya tetangga sebelahnya 'sudah pindah lama mas, udah dari lebaran' tutur mereka. Tanpa pikir panjang langsung balik halte naik ojek karena sekarang suntuk yang mendominasi+capek juga😂, sampe nyangkut ditempat yang bukan tempat saya menginap dan jauh man. Bahagia sekali saat ada notifikasi balasan meskipun itu penawaran untuk berjanji pulang (jauh lagi dong) atau tidak berhubungan lagi sama sekali. Walaupun saya juga tau meskipun pulang dia juga tidak akan menerima saya lagi, tetep optimis aja ya man dan slow lah semua pasti bermuara😁 mungkin ada alasan lain atas kebijakan yang seperti itu. Sekarang pukul 00.00 wib saya ngopi di dekat taman makam pahlawan sembari bersyukur saya masih hidup meskipun sedikit terjajah perasaan😂. Jadi seberapa besarpun usaha kita, kehendakNya adalah yang paling mendominasi. Semoga paling tidak saya dimaafkan karena sempat mengabaikan.
-Jakarta 13 Maret 2021
 |
| Kalibata, Jakarta Selatan |
Days 6
Bangun lebih awal (bukan berarti pagi) bergegas ke tempat rekan kerja saya dulu, sembari menenggok notifikasi ada semacam peringatan tapi sudah terjadi, begini bunyinya 'jangan berharap baik man, tidak ada cinta dijakarta'. Padahal awal kisahnya disurabaya, tapi yasudahlah toh memang terjadi sebelumnya, kemungkinan memang dia sudah mengalaminya juga. Akhinya commuter line dengan baik mengantarkan saya, dan bernostagilalah kita setelah 24 purnama tanpa kabar man. Cukup seperti itu saja dulu terimakasih Babe saya mau balik karena masih ngantuk😁. Jadi semakin kita mengejar itu akan semakin menjauh, apapun itu. Syukuri saja yang datang/ada saat ini dan maksimalkan.
-Jakarta 14 Maret 2021
Oke untuk penutupan di megapolitan saya bertemu dengan seorang guru sekolah luar biasa, tapi dia biasa-biasa saja sampai saya kira driver gojek man, selalu membimbing murid tapi dia sendiri buta navigasi😂. Padahal belum pernah bertemu tapi entah kenapa saya langsung sok akrab, mungkin sebagai penutupan dan melanjutkan misi saya membuat kesan hari ini harus senang dan gak boleh suntuk man. Dan mungkin kita akan bertemu lagi di permukaan bumi yang lebih tinggi, entah itu gunung, menara pizza, menara sutet atau menara masjid. Sampai jumpa megapolitan, karenamu jancukku terreklamasi😁 (makasih buat Eko, Pak To, Nyak, Bang Jon telah mengadopsi saya sejenak di Ibukota). Jadi senang dan suntuk itu datangnya tumpang tindih.
-Jakarta 15 Maret 2021
Days 8
Akhirnya telah resmi penutupan di megapolitan, berlanjut ke Paris Van Java kata orang-orang untuk mempertajam perasaan mengingat Paris sesungguhnya adalah kota romantis kan ya. Mungkin ada hal baru yang dapat saya pelajari dari Kota ini dan berguna bagi khalayak umum, dan mungkin juga ada cinta di Paris Van Java😁, karena masih baru disini saya akan mencintai hidup saya terlebih dulu man sambil mencari bahan disekitar pusat kota Paris Van Java. Sampai malam rutinitas saya keliling warung kopi untuk sekedar menyesap keramah tamahan penduduk sini, dan lagilagi man alasan saya nyangkut disini ditompang oleh keinginan kawan untuk saya datang kerumahnya... tapi alamak saya terbengkalai lagi, tak ada kabar dari kawan saya mungkin dia sedang sibuk juga dan untung saja masih ada orang-orang yang begitu ramah disini ya man jadi tak begitu merugi berkunjung ke kota ini meskipun belum terpejam selama 35 jam sampai saya menulis ini. Kedai Kopi Kampung memberi sedikit semangat untuk menjadi lebih ramah terhadap sekitar dan menjadi perindu yang haqiqi man😁. Jadi orientasi medan itu perlu dalam sebuah kunjungan karena banyak kemungkinan yang bisa saja terjadi.
-Bandung 16 Maret 2021
 |
| Cicalengka, Bandung |
Days 9
Lanjut lagi dong, edisi mampir ke Sang Mutiara dari Priangan Timur untuk menambah kamus perjalanan saya dan bertemu dengan salah seorang saudara disini. Saya sampai dini hari (terimakasih Pak Polsuska sudah dibangunkan) sekalian menunggu untuk mengelap matahari, menyeduh embun, merayu patung di alun-alun kota Tasikmalaya dan bercanda dengan takdir man😂. Sempat tertidur dialun-alun, untungnya dibangunkan sama matahari dan juga satpol PP yang baik hati, lanjut menghabiskan waktu sampai malam dirumah mang jajang dan minum susu banyak-banyak biar sehat man😁. Jadi dimanapun dan kapanpun kita berada berbuat baiklah pada apapun itu.
-Tasikmalaya 17 Maret 2021
 |
| Alun-alun Tasikmalaya |
Days 10
Nizam, Risqi, Jidan teman bermain disini yang berawal dari saya yang digoda hinga main petasan bareng coyy. Selain itu saya juga diajak bekerja sama saudara yang notabene doi adalah menuju SPV pabrik susu, keliling-keliling lah tuh mulai dari bidan, toko, hingga Rumah sakit untul sekedar kunjungan. Sedikit melelahkan bukan, ditutup dengan ngopi sambil ngobrolin tetangga saya yang lucu-lucu dan menggemaskan dikampung sembari bertukar pengalaman man, sekian ya saya ngantuk😁. Jadi hubungan horizontal itu harus dijaga agar nantinya tidak menjadi penghambat kita menuju surga.
-Tasikmalaya 18 Maret 2021
Days 11
Seperti biasa rutinitas dari pagi sampai menjelang sore, sebelum dijemput untuk diajak kunjungan seperti yang lalu. Diajaklah tuh saya ke Bu bidan daerah Kota, ngobrolnya lamaaaaaa banget man sampe ngantuk saya dengernya sebelum kalimat 'Mas adeknya mau ngak nikah sama asisten saya?' Kata si bu bidan pada Mas Candra, ngak jadi ngantuk dong tapi 'maaf bu biar dia sukses dulu' balas Mas Candra dengan spontan. Selepas itu kita bertolak kerumah dan mampir di warung Naruto Uzumaki untuk beli makan man, sekalian minta ajari jutsu Kagebunshin😁. Tapi ngopi malamnya ditemani mang Jajang dan mas Candra ngobrol sembari cerita-cerita lagi dan mang Jajang selalu mengawali tidur tanpa berpamitan😁.
-Tasikmalaya 19 Maret 2021
 |
| Warung Pak Naruto, Tasikmalaya |
Days 12
Hari ini saya bakal ada agenda ngopi disekitaran gunung galunggung man, senang dong pastinya sembari nostalgila nuansa gunung yang kebanyakan pohon pohon pinus yang menjulang dengan kokohnya. Diselingi obrolan ringan dengan Mas Candra yang penuh dengan wejangan dan tak lupa mendoan, indomie rebus yang dapat meningkatkan selera humor... serius ini man coba aja kalo ngak percaya. Sengaja ngak pakai jaket mengingat sudah lama tidak merasakan hawa dingin yang begitu menohok, dan akhirnya secara paksa kami harus meninggalkan tempat itu karena lampu sudah pada dimatikan secara paksa oleh pemilik kedai, padahal masih ingin berlamalama disini. Alhasil pulanglah dan tidur nyenyak untuk melanjutkan perjalanan esok😁.
-Tasikmalaya 20 Maret 2021
 |
| Galunggung, Tasikmalaya |
Days 13
Akhirnya saya berlanjut untuk menuju rumah dengan bus, meskipun saya harus turun ditengah perjalanan tapi bayarnya tetap sampai pemberhentian terakhir. Terimakasih buat Mas Candra sudah memberikan oleholeh yang mungkin tidak bakal habis dan terimakasih buat anak-anak komplek yang sudah menghibur saya selama disana. See you next time ya man, saya harus tidur biar ngak terasa lama diperjalanan😁.
-Tasikmalaya 21 Maret 2021
Days 14
Pagi hari yang cerah setibanya saya dikediri, karena harus oper bus untuk menuju kerumahku man... nunggu sambil ngopi dan bercengkrama dengan pengopi lokal sambil berbagi, punten Mas Candra susu yang rencana diminum saya diperjalanan saya kasihkan ke pengopi dikediri😂. Dapatlah saya bus menuju rumah meskipun agak lama, tapi karena Tuhan selalu bersama orang yang bersabar jadi tak apalah saya menunggu.
-Kediri 22 Maret 2021
 |
| Kediri |
Mungkin jika masih ada kesempatan saya hanya ingin meminta maaf sempat tidak memperdulikanmu waktu itu, alasan pertamanya tidak ingin melibatkanmu dalam lingkaran terlalu jauh dan keduanya saya pernah sangat peduli lalu berakhir dipengasingan sebelum denganmu karena itu saya mengambil jarak. Tapi begitulah hidup kan, serba berdampingan dan berdampak. Saya terima dengan lapang semua konsekuensinya, Surabaya mengawali cerita dan Jakarta menyelesaikannya.
Sangat tak terduga selang beberapa hari setelah membuat tulisan ini Alhamdulillah kita berdamai, saling tukar cerita dan saling mengakui kelalaiannya.
Dan sedikit kalimat penutup untuk cerita kali ini....
Sekamar dengan pikiran tentangmu... siapa dapat tidur nyenyak? Semalaman kupangkas rindu yang seperti kuku, tak henti-hentinya tumbuh mencakar langit, meraba bekas warna pada jejakmu yang selalu berkelana.
Seperti cahaya engkau, tak pernah berhenti, terus saja berevolusi, menyusup selama ratusan atau bahkan ribuan abad, menimpa ujung-ujung saraf jembatan penyebrangan, dan segala yang tidak dapat kususupi menjelma aku, secuil dari sebuah petang yang kau lihat hanyut dibawah kerat-kerat keresahan dijalan matraman bersama segala harap dan itu aku, petang yang menyusuri gang sempit lubang buaya menjelang malam dan perlahan membawa orang-orang pulang menembus pintu itu juga aku, petang dini hari yang membius sekitar taman makam pahlawan kalibata sebelum pagi menyingsing.
Andai malam tak pernah terjadi, kemana lagi aku harus pergi dengan segala ambisi dan aku akan selalu mati, dan engkau tahu mengapa.
Sekian dulu, semoga yang sudah baca bisa membagikan ke yang suka baca...😂 terimakasih. Salam...
NB : Jika ada saran boleh diutarakan, melalui komentar ataupun email tertera di profil
Komentar
Posting Komentar
Boleh Bertanya, Boleh Berbagi, Boleh Bercerita.