Seseorang Yang Biasa Saja

     Aku berada di tempat di mana aku bisa menjadi seorang yang berjalan di atas keyakinannya sendiri. Aku berada di tempat di mana aku bisa menjadi seorang yang berkeputusan dengan intuisinya sendiri. Aku berada di tempat di mana aku bisa menjadi seorang yang mendapatkan kekuasaan atas tubuhnya sendiri. Aku berada di tempat di mana aku bisa menjadi seorang yang tidak menemukan kekuatan harta, tahta, dan sarjana.

     Aku beritahu kepadamu, Dik. Akan tiba banyak situasi seperti sore ini, di mana tidak ada seorang pun yang datang untuk menawarkan pelukan atau pundaknya ketika kau memanggil ‘ibu’. Nasibmu ada di tanganmu. Itulah yang pernah aku katakan kepada adik perempuanku yang beranjak dewasa. Lupakan nilai-nilai rapormu dan bacalah buku di luar yang itu-itu, buka mata, hati, pikiran, baru nanti kita bercerita tentang cinta dan kebijaksanaan. Mungkin kakakmu ini terlihat menjengkelkan, tapi itu benar adanya dan aku juga sedang melakukannya meskipun berat.

     Mereka (anak-anak/adik-adik kita) adalah bayangan akan bagaimana nasib negeri ini kelak. Mereka harus belajar menyeimbangkan atau membiasakan diri untuk mampu bertahan hidup di luar fasilitas yang biasa mereka ‘Tuhan’kan. Ajaklah mereka belajar berbagai macam pemahaman tentang mana yang harus dan mana yang bukan.

     Dari kesenian dan alam. Anak-anak akan ‘digurui’ oleh pengalaman-pengalaman, bahwa menikmati proses adalah hal utama di balik segala pencapaian betapapun 'sialnya' hasil dibalik itu.

   Seorang yang oleh Tuhan diberi anugerah berupa antusiasme berkegiatan alam dan/atau kepekaan untuk dapat mendalami nikmatnya kretek dan kopi, tidak ada alasan untuk ia tidak mencintai kehidupan.

    Aku benar-benar tumbuh menjadi seseorang yang sangat menjengkelkan untuk sebagian orang, karena sering bersebrangan pemahaman. Tapi tak mengapa, karena setiap yang khas akan memiliki ruang tersendiri, terimakasih Tuhan untuk segala pengalaman yang diberikan, baik dan buruk bukan aku yang berhak menilai, maafkanlah belum bisa menjadi hamba yang semestinya.

Terimakasih bagi para pembaca. Salam...








NB : Jika ada saran boleh diutarakan, melalui komentar ataupun email tertera di profil

Komentar