Perayaan Untuk Yang Mungkin

TUJUH HARI BERNALAR

Menatap untuk menetap ataukah menetap untuk menatap, aku tak sebijaksana itu untuk paham. Masih terburu-buru, masih menjadi produk hasrat sesaat yang mengatasnamankan cinta... perlahan coba mengikis sebagian alasan klise mengapa aku harus mencintaimu, karena apa???

Jujur aku tak benar-benar tau, apakah karena frekuensi kita ada yang sama? Belum pasti juga agaknya... bisa saja hanya cermin yang merefleksi apa yang aku lakukan. Aku masih terburu-buru, menjadi hakim sepihak atas rasa yang mungkin hanya aku. Jahat sekali bukan... itulah aku seorang keras kepala yang kepekaan emosionalnya tak menentu.

Ekspektasi tak cukup pantas berada disini. Karena gula adalah pilihan sedangkan manis adalah perjalanan, faktanya dari awal kita memang disajikan tanpa rasa.

Aku adalah pembaca. Bumi, 04 Juli 2023

____________________


Ditengah kebingungan yang mendera atas segala tanya yang bertumpuk di kepala. Aku memutuskan untuk terus berjalan pada apa yang aku anggap benar, biarpun bukan jawaban yang kutemukan.

Kau menjelma labirin yang menempatkanku pada sudut kebuntuan, dan tak pernah memberiku jalan keluar. Mirisnya.... aku harus menata sendiri sebagian jawaban dari sebuah asumsi.

Segera setelahnya tak kudapati satupun perasaan lega. Terlalu sibuk menerka yang memperparah prasangka... berilah secercah lenteramu agar kudapati arah yang seharusnya dilewati dan tau arah mana yang harus dilewatkan.

Aku adalah pembaca. Bumi 05 Juli 2023

____________________


Kau serupa Cendrawasih yang menampakkan keelokanmu. Seolah berharap ingin ditangkap, namun enggan untuk disakiti. Kepak sayapmu selalu menggoda seluruh penjuru belantara pemikiran.

Meski telah dilindungi oleh peraturan, tak menyurutkan magnetis pesonamu terhadap sekitar. Apa maumu? Untuk memahamimu saja mendadak sukar bernalar.

Pemburu menebarkan jaringnya, rimbunnya hutan melambai untuk kau hinggapi, karena kau termasuk hal yang seharusnya di istimewakan. Tapi aku bukan semua itu, Aku ada sebagai akar yang melihatmu dari kedalaman.

Aku adalah pembaca. Bumi 06 Juli 2023

____________________


Semesta, biarkan yang satu ini tetap di hati. Entah bagaimanapun akhir kisahnya... saat ini kalkulasi tak begitu penting, alasan tak begitu relevan untuk memastikan sandarnya perasaan.

Kenyamanan menguat membersamai rona mata yang tenggelam dalam hampanya kehidupan. Memandangmu adalah menghilangkan penat keseharianku. Itukah yang di sebut nyaman?

Bisa jadi benar nyaman adalah jebakan, bisa memilih keluar meninggalkan jebakan... atau terlena didalamnya. Tapi aku memilih menunggu, mengitari ditepian jebakan kenyamanan.

Aku adalah pembaca. Bumi 07 Juli 2023

____________________


Berkaca pada sebelum saat ini, melewati patah sembuh dan tumbuh secara berulang. Melepaskan dan memaafkan torehan luka yang tak sengaja menggores terlalu dalam.

Untukmu... buatlah aku sekali lagi percaya akan cinta bahwa tak selamanya tentang luka dan air mata. Ajarkan aku bahwa cinta tak selalu tentang meninggalkan atau ditinggalkan.

Pada dasarnya patahnya perasaan mampu merubah cara pandang seseorang terhadap hidup, entah kesadarannya meningkat... ataupun rasanya terikat. Dan sialnya aku dapat keduanya.

Aku adalah pembaca. Bumi 08 Juli 2023

____________________


Singgah yang semoga sungguh. Segenap harap aku leburkan disetiap abjad yang tersusun setiap bait-bait kalimat, terbaca oleh banyak pasang mata yang berujung pada prasangka.

Kau bernafas di setiap baitnya, lalu aku membiarkanya. Dengan cara itu sebuah aksara menjadi lebih hidup dan bermakna. Karena bagiku akan tidak diterjemah dengan baik tatkala jika bukan kau yang menjadi pemeran utamanya.

Aku sengaja membuat jiwa candu menulis berbagai hal untuk mendefinisikan tentangmu. Dan untuk menerka seberapa lukanya apabila harap tidak berlabuh pada tempatnya.

Aku adalah pembaca. Bumi 09 Juli 2023

____________________


Adakah cara lain untuk melabuhkannya? sekali lagi aku salah dan kalah yang kesekian kalinya. Terlalu sering mengeja rasa tanpa benar-benar tau perwujudanya, akhirnya aku terpikat tapi tak terikat.

Akhir bahagia sudah terencana oleh hati yang seakan sudah menemukan rumahnya. Ya.... hanya sebatas rencana jika hanya aku yang mengakuinya. Biarpun pelbagai kemungkinan telah aku siapkan, tetap saja pertahananku menjadi tak berbentuk, berserakan dan harus kurapikan kembali seperti sedia kala.

Nasib baik memang.... bukan untuk membersamaimu, tapi untuk aku sadar bahwa kebahagiaan tak perlu direncanakan. Terima kasih nona.... kau yang berwujud pembelajaran, telah memukul mundur hati yang masih egois ini.

Aku tetap berjanji akan sembuh, tapi izinkan aku untuk tidak melupakanmu. Dan jika suatu saat nanti duniamu tidak baik, datanglah.... Aku akan menjadi rumah paling ramah.

Semoga kau tak mendapati tulisan ini, namun jika kau sampai membacanya.... berarti kau perwujudan mimpi yang lampau.

Aku adalah pembaca. Bumi, 10 Juli 2023

___________________

Catatan fiksi jangan diambil hati karena itu hanyalah imajinasi liar yang di peruntukan sebagai hiburan, jika ada sebuah kebetulan dalam kehidupan nyata para pembaca berarti cacatan ini yang mewakili. Terimakasih sudah meluangkan waktu, untuk menutupnya maka tersenyumlah.

Salam.




NB : Jika ada saran boleh diutarakan, melalui komentar ataupun email tertera di profil

Komentar