Dialektika Kompleks

Tetap menjadi persoalan yang penuh misteri, tentang Cinta, Jodoh dan Takdir. Karena ketiganya adalah sebuah piramida MISTIKUS.


Kita tidak pernah bisa menyimpulkan dengan tegar dimanakah sisi puncaknya, ketiga titik saling berketerkaitan. Mereka tidaklah sejajar! Paradigma apapun akan membuat paradoks dalam memahami ketiga hal tersebut. Atau mereka sejajar namun selalu ada sudut puncak diantara ketiganya, sebut saja itu paradoks bentuk segitiga.

Kita perlu tau perihal Takdir!
Kita perlu telusuri perihal Jodoh!
Kita perlu paham perihal Cinta!

Menikah, ritual /tradisi /anjuran /budaya /kata /komitmen, tersebut seakan menjawab ketiganya Mistikus-mistikus tersebut. Namun ternyata hanyalah paradoks bentuk semata.

Dengan menikah kita sah dalam bercinta, Tapi tidak dalam Cinta. Menikah adalah Takdir kita bertemu dengan Jodoh.
Apa makna Cinta dalam Takdir?
Apa makna Takdir dalam Cinta?
Jodoh akan ditakdirkan dengan PERNIKAHAN,
Lantas apa makna Jodoh dalam PERCERAIAN! Takdir? Cinta?
Sepertinya Pernikahan hanyalah segitiga paradoks terhadap ketiga hal tersebut.

Dia merasakan Cinta
Dia yakin akan Jodoh
Dia sangat percaya Takdir
Perihal Cinta Ya Habibi.....!!!

Mistikus perasaan yang menyerupai reaksi kimia, biologis, sebuah kemampuan dari pujangga candu!
Kemana Jodoh saat aku Mencintainya? Akankah dia sedang Bercinta dengan Takdir? Sungguh Egois!

Aku sedang mendirikan Cinta, Cinta itu buta tak akan memperdulikan Jodoh, tidak mengenal Takdir.
Jika Jodoh ditandai harus dengan menikah, maka usir saja Jodoh itu pergi kelingkaran Pernikahan - Perceraian dan Nafsu TAK PANTAS DIA BERSAMA MEREKA!
Ternyata Cinta bukanlah perihal pasangan jenis kelamin belaka.
Ditulis dalam keadaan sadar tanpa pengaruh alkohol, dari nara sumber yang bisa dipercaya dan suci dari hadats kecil. Salam...





NB : Jika ada saran boleh diutarakan, melalui komentar ataupun email tertera di profil

Komentar