Fatamorgana Gadis Rencana
Kemarin, aku dipertemukan Tuhan dengan seseorang tanpa kesengajaan. Bagiku, dia ini lemah, dia tidak kuat, dia tidak tahan dengan kekerasan apapun, dan dia belajar menutupinya.
Dengan demikian itu, aku justru berniat melindunginya, melindungi kelemahannya. Setiap kali berbicara, aku yang sebenarnya memiliki jiwa yang keras berusaha melembutkan tuturku saat berbicara padanya.
Setiap kali dia dijatuhkan, aku akan berusaha ada dan meruntuhkan segala ragunya, bahwa dia adalah gambaran terbaik dari seorang perempuan yang selalu ingin aku bersamai.
Setiap kali dia bersedih, aku akan mengatakan; dasar lemah, bukan kamu banget kalau seperti itu. Banyak sekali, yang ingin aku ceritakan pada dunia mengenai dirinya, alasan dibalik mengapa dari beberapa yang datang, dia yang akhirnya aku sebut pemenang.
Ternyata pernyataan itu benar, "Kelak, kau akan menemukan seseorang yang padanya, kau tidak punya alasan untuk tidak jatuh hati setiap setiap hari".
Aku menemukan itu, padanya. Tetapi disaat yang sama, aku selalu membangunkan diriku lebih awal, mengingat hari ini masih bukan siapa-siapa. Aku masih belum diberikan izin untuk memahami, entahlah... sejauh apa aku berjalan menujunya.
Belum sempat aku menuliskan yang indah yang menceritakan betapa beruntungnya aku menemukanmu. Namun kamu memutuskan untuk aku berhenti di baris judul.
Itu dari cerita seorang kawan, Semoga hari kalian para pembaca selalu menyenangkan, merdekalah yang masih merasa diperbudak. Salam...
NB : Jika ada saran boleh diutarakan, melalui komentar ataupun email tertera di profil

Komentar
Posting Komentar
Boleh Bertanya, Boleh Berbagi, Boleh Bercerita.